Bohong Menjadi Budaya Politik Indonesia
Adakah selain di Indonesia politikus nya sudah berbohong berkali kali tapi tetap dipilih untuk mengurus negara besar ini, sampai saat ini koq belum pernah mendengar ya, di negara lain berbohong adalah kesalahan tak termaafkan, apalagi seorang pejabat publik yang notabene nya politikus yang di pilih pada setiap pemilu 5 tahunan.

Berbohong sekali saja di negara yang lain membuat mereka di lengserkan saat itu pula, bahkan mendapat sangsi sosial yang tak terlupakan sampai seumur hidup. Di negara yang mengaku bermoral dan agamis ternyata bohong bisa di maafkan dengan mudah, di lupakan dalam sekejap, bahkan berbohong lagi sampai berkali kali, dan tetap disanjung sanjung dan di pilih kembali.
Se naif itukah orang Indonesia, kenyataan ya memang begitu, semakin lama semakin permisif sama kebohongan, mudah di manipulasi dengan gincu yang sama, rasa malu menjadi hilang , bahkan lebih malu menjadi miskin dari pada melacur dengan mencari harta dengan segala cara.
Apakah seperti ini nasib bangsa kita, para aktivis penjaga moral dan akal sehat pun makin lelah, menjadi malas berfikir melihat kenyataan memilukan bangsa nya sendiri, apalagi yang kita harapkan.
Jika kita mau berfikir sejenak sebenarnya jika kita ada niat baik saja untuk memperbaiki bangsa, bisa koq kita lakukan, banyak hal sederhana yang bisa kita wujudkan , dan tanpa merugikan dan membahayakan pribadi kita, hukum para pembohong dengan sangsi sosial, jangan pilih mereka, tinggalkan mereka jika minta dukungan, tenggelamkan para pembual ke dasar jurang kehina dinaan.
0 Response to "Bohong Menjadi Budaya Politik Indonesia"
Post a Comment