Mengapa Pemurtadan Subur Di Indonesia

Mengapa Pemurtadan Subur Di Indonesia

Sudah Di Ketahui bersama bahwa jumlah penduduk beragama muslim di Indonesia secara persentase makin turun jumlahnya, ada yang bilang 70% saja saat tulisan ini di buat. Mengapa bisa seperti itu, mengapa di kala kita melihat wanita berhijab dimana mana tapi kenyataannya secara global menurun, kajian Islam marak di kampus dan kantor2, tapi yang keluar atau murtad semakin banyak, menjadi anomali yang sulit di pahami jika anda tidak berusaha menganalisa akar permasalahan.


Hal yang kontra produktif adalah tak kala kita hanya menyalahkan pihak agama lain yang secara massiv melakukan pemurtadan, sudah menjadi hal yang mafhum mereka melakukaanya, dan bukan hal baru Yaang mereka lakukan, yang harus di fikirkan adalah, mengapa begitu mudahnya seorang muslim berpindah akidah akibat bujuk rayunya di Sertai perhatian dan bantuan ekonomi .

Sikap exclusive sebagian muslim yang tidak perduli dengan lingkungan sekitar menjadi akar masalah, bahkan banyak yang hanya bergaul dengan pengajian mereka saja dan menjauhi orang yang di luar pengajian mereka, banyak kejadian adalah cueknya lingkungan muslimin atas kesulitan tetangga mereka, padahal mereka mengetahuinya dan tidak berjalannya ukuwah yang sudah wajib di lakukan antar sesama muslim.

Menyalahkan si lemah yang mendapat perhatian secara ekonomi dan sosial dari pihak agama lain juga hal yang percuma, tidak semua orang mempunyai kedalaman akan agama mereka, dan iman akan luntur jika himpitan ekonomi mendera, bukan kah kita sudah di peringatkan oleh Rasulullah bahwa kemiskinan akan mendekatkan pada kekufuran.

Masyarakat baru terkaget kaget jika mendapat kan tetangga mereka memutuskan murtad sekeluarga dan lalu hujatan akan tertuju semua di lemparkan kepada keluarga tersebut yang akan membuat mereka semakin dalam terperosok dalam kesesatan tanpa ada kajian yang bisa mengantisipasi hal tersebut bisa terjadi kembali.

Perkembangan terbaru adalah semakin banyaknya dari generasi muda kaum muslimin yang murtad di kota kota besar, bahkan banyak yang satu tempat ibadah yang berisi 90% adalah kaum Murtadin, kurangnya bekal agama menjadi akar masalah dan kurangnya sosok suri tauladan baik di keluarga atau di masyarakat menjadi penyebab. Bukan rahasia lagi kalau banyak kaum wanita muslim yang menjadi sasaran pemurtadan, lemahnya ilmu agama Islam tidak mampu melindungi dari arus informasi yang mereka dapatkan dari pihak yang berusaha mendekati mereka dengan berbagai macam modus.

Para Agamawan baik ustad atau pun para Dai sebaiknya lebih memberi suri tauladan dalam berdakwah yang bisa di jadikan contoh, jangan selalu mendahulukan bisnis daripada berdakwah yang sejuk, jangan berlebihan mempromosikan poligami sebelum kekerasan dalam rumah tangga masih marak terjadi di masyarakat umum, para Dai sebaiknya jangan berpolitik sebelum bisa bersikap bijak dengan perbedaan pendapat . Semoga menjadi renungan kita semua, bukan bermaksud menggurui, mohon maaf bila ada yang salah. Trims

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengapa Pemurtadan Subur Di Indonesia"

Post a Comment